SEABAD PANGLIMA HIZBULLAH, Ulama NU Berhak Meluruskan Sejarah

SEABAD PANGLIMA HIZBULLAH

Surabaya, NU Online
Semangat dan tekad untuk merdeka merupakan semangat yang dipupuk melalui Resolusi Jihad NU yang digagas para ulama Nahdlatul Ulama (NU) di Jalan Bubutan, Surabaya. Hanya saja Hal-hal semacam ini tidak pernah dicatat dalam sejarah nasional, sehingga sering diabaikan oleh bangsa, terutama pemerintah sendiri.

Demikian dinyatakan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Muchit Muzadi di Surabaya, Senin (10/11). Menurut Muchit, para ulama sekarang berhak untuk meluruskan sejarah, termasuk menguapayakan agar peran dan perjuangan para ulama terdahulu dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Terus terang, semuanya itu tidak tercatat dalam sejarah, karena ulama NU memang tidak ingin menonjolkan diri, sebab mereka berbuat untuk bangsa dan negara demi ridlo dari Allah SWT, bukan untuk dicatat dalam sejarah,” terang Kiai Muchit -sapaan akrab KH Muchit Muzadi.

Lebih lanjut, Kiai Muchit mengingatkan, para tokoh NU Jatim bahwa hal terpenting dari Resolusi Jihad NU adalah semangat dan tekad untuk menjadikan NKRI sebagai negara yang dihargai bangsa-bangsa lain.

“Para ulama NU sudah menyatakan NKRI sebagai bentuk negara yang final dan Pancasila sebagai asas negara yang tak bertentangan dengan agama, karena itu semangat menjadikan Indonesia tetap berdiri tegak dan mensejahterakan rakyatnya adalah hal yang penting,” tandas Kiai Muchit. (min)

Tentang nupapringjaya

ormas islam ahlussunnah wal jama'ah
Pos ini dipublikasikan di Warta. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s