Prof KH Cecep Syarifuddin Wafat

MANTAN KETUA PBNU Jakarta, NU Online
Prof KH Cecep Syarifuddin, mantan Ketua PBNU di era kepepimpinan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tahun 1994-2003 telah berpulang ke rahmatullah pada Kamis (28/10) pukul 20.35 Wib di RS MMC Kuningan, Jakarta, akibat menderita sakit gula.

Suami dari Prof DR Hj Ummu Salamah ini meninggalkan 6 orang putra-putri. Menjabat sebagai anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) selama dua periode. Yaitu sejak tahun 2004-2009 dan 2009-2014 dan mengajar di UNPAS Bandung.

Beliau lahir di Bogor, 7 Agustus 1941. Bertempat tinggal di Jl. Patriot 31, Paseban, Garut, Jawa Barat. Pendidikan terakhir almarhum adalah Diploma Of Education, Adelaide College of Edvanced Education, South Australia, 1977. Jenazahnya semalam langsung diberangkatkan ke Garut untuk dimakamkan pada Jumat siang ini di tanah kelahirannya itu.

Pengalaman organisasi selain sebagai Ketua PBNU 1994-2003, anggota Dewan Syura DPP PKB Jakarta 2005-2010. Selain itu mengajar di UNPAS Bandung (1984-1988), Anggota Komisi Konstitusi 2003 – 2004 dll. Pernah menjadi anggota Lembaga Sensor Film 2001-2005. Sementara bidang kajian yang ditekuni adalah tasawuf.(amf)

Ribuan Warga Iringi Pemakaman KH Cecep Syarifuddin

Lebih dari seribu warga menghadiri upacara pemakaman mantan ketua PBNU Prof KH Cecep Syarifuddin di Garut, Jumat (29/10). Pelayat yang didominasi oleh keluarga besar NU kabupaten Garut maupun tokoh-tokoh NU di wilayah propinsi Jawa Barat dan daerah sekitar.

Upacara berlangsung khidmat dan jauh dari kesan protokoler. Acara pemakaman sendiri dilaksanakan setelah selesai melaksanakan shalat Jum’at.

Tampak hadir tokoh-tokoh nasional seperti Drs. Chozin Humaidi, Ketua PBNU Drs. Dedi Wahidi, Bupati Garut HM. Fikri, Anggota DPD RI dari Jawa Barat Hj. Ela Girikomala serta tokoh-tokoh lainnya seperti mantan Bupati Garut Drs. Toharudin Gani dan Drs. H. Dede Satibi serta pengurus NU Propinsi Jawa Barat dan PCNU Garut.

Pada kesempatan ini juga Nampak hadir kader-kader NU yang tersebar di berbagai partai politik seperti anggota DPRD propinsi Jawa Barat dari PPP, H. Doni Ahmad Munir dan dari Fraksi PKB Hj. Imas Masitoh.

Meski dihadiri tokoh-tokoh penting, namun upacara pemakaman anggota DPR-RI dari fraksi PKB itu jauh dari kesan kaku, dan lebih menonjol nuansa pesantren. Semua hadirin berbaur dan dengan khidmat mengantar kepergian terakhir Prof. Cecep ke tempat peristirahatannya.

Pemakaman sendiri dilakukan oleh putra-putra almarhum yang dipimpin oleh ketua Yayasan Al Musaddadiyah KH. Cecep Abdul Halim Lc, disaksikan oleh seluruh keluarga besar Almusaddadiyah dan handai taulan.

Gema bacaan surat al Qadr yang dibacakan oleh seluruh jemaah yang hadir mengiringi diturunkannya mayat ke liang kubur. setelah selesai penguburan, KH. Cecep Abdul Halim yang merupakan adik ipar almarhum yang juga ketua MUI Kabupaten Garut membacakan talqin untuk mayyit.

Setelah selesai, acara dilanjutkan dengan sambutan dari pihak keluarga yang diikuti oleh sambutan dari Rektor Universitas Garut dan Rektor Universitas Pasundan Bandung, dan ditutup dengan sambutan Bupati Garut serta doa yang dipimpin oleh KH. Thonthowi Musaddad,MA.

Para pembicara menceritakan kesan yang sangat baik dari sosok Prof. Cecep. Almarhum dinilai sebagai sahabat, guru, dan orang tua yang patut menjadi panutan dalam menjalani kehidupan. Pituah-pituahnya menjadi pelajaran bagi semua orang pernah bersentuhan dengan almarhum baik secra langsung maupun tidak langsung. (hil)

 

Iklan

Tentang nupapringjaya

ormas islam ahlussunnah wal jama'ah
Pos ini dipublikasikan di Warta. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s